Tampilkan postingan dengan label lintang 4 lawang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lintang 4 lawang. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2011

Internet bagi masyarakat kabupaten 4 lawang

            Di zaman modern sekarang ini internet (Inter-Network) sudah bukan mejadi barang langka lagi bagi masyarakat indonesia,tidak terkuecuali masyarakt  kabupaten 4 lawang.kabupaten yang baru berdiri ini ternyata masyarakatnya sudah melek dengan teknologi yang namanya internet (Inter-Network),atau dengan kata lain masyarakat 4 lawang  sudah tidak gaptek (gagal iptek) lagi.
           Masyarakat  kabupaten 4 lawang,baik yang berada di perantaun ataupun yang masih tinggal di daerah  sangat memanfaatkan adanya teknologi  internet (Inter-Network).ini bisa dibuktikan dengan banyaknya website,blog,facebook dan twiter yang memakai akun dengan idenitas kabupaten 4 lawang.
Sarana internet bagi masyarakat 4 lawang mempunyai banyak fungsi,yaitu:
  • sebagai tempat promosi budaya,kuliner dan potensi daerah kabupaten  4 lawang.
  • sebagai pusat informasi bagi masyarakat kabupaten 4 lawang baik yang ada di perantauan dan maupun di daerah
  • sebagai tempat menjalin silaturahim sesama masyarakat  kabupaten 4 lawang
  •  salah satu tempat komunikasi masyarakat  kabupaten 4 lawang
  • Etc.

Beberapa link yang saya dapatkan akun-akun yang berhubungan dengan kabupaten 4 lawang:
1. Dalam bentuk website atau blog:
  1. http://halamanempatlawang.blogspot.com/ 
  2. forumlintangempatlawang.blogspot.com 
  3. lintangempatlawang.blogspot.com/ 
  4. www.empatlawangkab.go.id/ 
  5. infokito.wordpress.com/
  6. www.empatlawangkab.com
  7. http://bujang4lawang.blogspot.com/
2.dalam bentuk forum di kaskus
  1. www.kaskus.us/showthread.php?t=5756926&page=14  
  2. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5756926
3.dalam bentul akun facebook
  1. http://www.facebook.com/login/setashome.php?ref=genlogin#!/pages/Lintang-Empat-Lawang/129753161940 
  2. http://www.facebook.com/home.php?sk=group_127405823979490&ap=1
  3. http://www.facebook.com/home.php?sk=group_162331957149487&ap=1
  4. http://www.facebook.com/home.php?sk=group_158458444188448&ap=1  
  5. http://www.facebook.com/home.php?sk=group_158458444188448
  6. http://www.facebook.com/home.php?sk=group_162331957149487
  7. http://www.facebook.com/group.php?gid=108632333660
  8. http://www.facebook.com/group.php?gid=224446569080 
  9. http://www.facebook.com/group.php?gid=185226200439
  10. http://www.facebook.com/group.php?gid=57534199929
  11. http://www.facebook.com/group.php?gid=102530864662
Dalam hal ini penulis merasa banyak kekurangan dalam memberikan informasi,maka dengan segala kerendahan hati penulis memohn maaf dan memohon untuk dapat memberiakn informasi yang lebih banyak.


Sabtu, 09 April 2011

Masakan khas kabupaten 4 lawang

Wilayah Indonesia terdiri atas ribuan pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke yang dihuni ratusan suku bangsa dan etnis. Keragaman geografi dan suku bangsa inilah yang menjadikan Indonesia kaya akan keragaman budaya, termasuk budaya kuliner. Setiap suku dan etnis pasti memiliki cara tersendiri dalam meracik dan menyajikan makanan.

Salah satunya yaitu suku 4lawang,budaya kuliner di daerah ini banyak dipengaruhi letak geografis dan sumber daya alam yang ada karena masyarakat 4 lawang sangat senang berinteraksi dengan alam.

Beberapa contoh kuliner daerah 4 lawang yang masih bisa dijumpai contohnya:rebung(baca:gebung) asam,pindang ikan sungai(baca;ayek) musi.masak asam sungai(baca;ayek) musi,pindang tulang,kelicuk,tempoyak,lempuk,kecepol,gunjing lengkok dan masih banyak lagi kuliner khas daerah ini.memang terkadang dari segi bahasa makanan khas 4 lawang terdengar sangat aneh.
Berikut sedikit penjelasan mengenai berapa kuliner khas 4 lawang:


1.Pindang.masak asam ikan sungai(baca;ayek) musi 
         Pindang.masak asam ikan sungai(baca;ayek) musi merpukan makan  yang sangat mudah ditemukan,hal ini juga terpengaruh oleh sungai musi yang  banyak memberikan beragam ikan.
masarakat  4 lawang sangat menyukai masakan yang satu ini,jika kita hidangkan dalam suatu jamuan ada lauk daging,ayam atau bahkan masakn luar negeri(pizza,burger & spaghetti) maka masyarakat akan  lebih memilih pindang/masak asam  asam ikan sungai(baca:ayek) musi.



2 Pindang tulang
     Kuliner satu ini masih cukup mudah untuk didapatkan baik di rumah makan atau warung makan.tapi karena harga tulang sebagai bahan pokoknya cukup mahal,maka masyarakat lebih senang menyantap masakan ini pada saat ada warga yang  mengadakan hajatan.




 

3.kelicuk
     Merupakan salah satu makanan rumahan yang sangat lezat untuk dimakan bersama keluarga.makanan satu ini terbuat dari campuran pisang yang dihancurkan dengan beras ketan merah atau putih,yang selanjutnya dibungkus dan dibentuk dengan pola segitiga sama kaki.
     Sekarang ini kelicuk sudah menjadi jajanan pasar yang mudah ditemuakan di pasar pekanan(baca:kalangan),dengan harga Rp 500/biji.




4 Rebung asam(baca;gebung)
       kuliner satu ini berbahan dasar tunas bambu yang masih muda,selanjutnya dipotong kecil-kecil.Rebung asam(baca;gebung) sangat enak dinikmati jika dimasak bersama ikan sungai musi.



5 Tempoyak
       Tempoyak diambil dari daging durian yang matang,
tempoyak merupakan makan khas yang hanya bisa ditemukan pada musim durian saja.tempoyak juga terdapat di daerah lain,
seperti lubuk linggau,kepahiang,lahat dan palembang.tempoyak lebih nikmat jika dimakan bersama ikan sungai(ayek) musi baik dimasak bersamaan atau dimasak secara terpisah(dijadikan sambal).


lima contoh masakan tadi merupakan sebagian kecil dari ciri khas kabupaten empat lawang yan berbentuk kuliner,sebenarnya kuliner di kabupaten 4 lawang sangat banyak,tetapi belum banyak terekspos.




Rabu, 06 April 2011

sejarah 4 lawang


arti kata lawang yang sesungguhnya adalah lawangan atau pamitan, yaitu orang yang terkemuka atau sesepuh dan dapat pula diartikan pahlawan.

Pada zaman nenek moyang kita dulu, terdapat empat pahlawan yang merangkap jadi iman dan juga menjadi pimpinan didaerah empat lawang dengan kawasan wilayah :

I. Marga tedajen, sekarang disebut marga lubuk puding dengan zuriatnya sekarang ini adalah pangeran halek, demang achmad (dari komering) istrinya adik pangeran (mariatul) anaknya bapak hasan belando, bapak drs. Halek dll.

Ii. Marga kejaten mandi musi ulu, sekarang disebut marga tanjung raya dengan zuriatnya : Pangeran h. Abubakar anaknya pasirah a. Zaini (alm) dll

iii. Marga muara pinang, dengan zuriatnya pasirah sani.

Iv. Marga muara danau, dengan zuriatnya pangeran majid anaknya pasirah a.k. Matjik dan demang umar.

Disamping keempat marga tersenut diatas, ada marga tersendiri dulu disebut miji, kalau sekarang disebut dengan istimewa yaitu marga singkap dalam musi ulu, sekarang disebut marga karangdapo, daerahnya meliputi talang padang, yang dipimpin oleh puyang kagede yang nama aslinya nung kodo lindung.

Daerah marga tedajen / marga lubuk puding dari wates sampai karangdapo, daerah marga kejatan mandi musi ulu / marga tanjung raya adalah dari dusun kungkilan terus kearah pagaralam sampai ke marga gunung meraksa, yang kearah tebing tinggi sepanjang sungai musi sampai ke saling.

Dari dusun muara pinang sampai dusun sawah disebut lintang kiri dikenal sebagai marga semidang,

puyangnya ialah serunting sakti, sedangkan daerah muara danau disebut lintang kanan.

Sesudah zaman belanda daerah ini menjadi 13 (tiga belas) marga yaitu : Marga saling, marga kupang, marga batu pance, marga talang padang, marga tanjung raya, marga karangdapo, marga lubuk puding, marga gunung meraksa, marga tanjung raman, marga babatan, marga muara danau, marga muara pinang dan marga seleman.

Pada zaman sunan palembang berperang dengan tentara tuban di jawa, pada waktu itu sunan mengirim utusan ke empat lawang memohon bantuan untuk berperang dengan kerajaan tuban, maka empat pahlawan ditambah puyang kagede bersedia membantu sunan, dengan membawa empat puluh pasukan lalu mereka berkumpul disebuah batu besar,. Untuk berunding/berencana/bemance

batu besar tempat mereka berunding akhirnya menjadi sebuah daerah dan menjadi marga singkap pelabuhan dan terakhir berubah menjadi marga batu pance, dari hasil perundingan mereka diatas batu besar tadi, mereka langsung berangkat ke tuban beserta pasukan masing masing dan langsung berperang denga kerajaan tuban.

Kerajaan tuban kalah, tetapi puyang/pahlawan dari muara pinang mati terbunuh, mengakui kekalahannya kerajaan tuban menyerahkan : Gong pusaka gading, kelinteng aur lanting dan anak raja, satu perempuan dan satu lelaki, sebagai ganti puyang yang terbunuh waktu berperang.

Anak raja yang laki tadi didudukan di muara pinang, sedangkan yang perempuan kimpoi dengan salah satu anggota pasukan, dan terus dilinggihkan (dudukan) yang mana sekarang menjadi dusun lingge.

Sedangkan kelintang aur lanting sampai sekarang ini masih ada di marga karangdapo, dan gong pusaka gading sampai sekarang ini tidak tahu dimana keberadaannya.

Setelah menang berperang, para pahlawan ini kembali ke palembang melaporkan kepada sunan, bahwa mereka sudah menaklukan kerajaan tuban

semua pahlawan ini oleh sunan palembang ditempatkan khusus dirumah rakit diatas sungai musi, kepulangan para pahlawan ini menimbulkan banyak yang iri atas keberhasilan mereka menaklukan kerajaan tuban, akhirnya mereka memfitnah para pahlawan ini dengan mengatakan, bahwa para pahlawan ini akan menaklukan sunan palembang, “kerajaan tuban saja bisa ditaklukan, apalagi sunan palembang”.

Akhirnya sunan palembang termakan fitnah ini, yang akhirnya sunan palembang berencana untuk memusnahkan para pahlawan ini, dengan dalih menyambut para pahlawan ini sunan palembang mengadakan jamuan makan malam di istana sunan dengan mengundang para pahlawan ini.

Tetapi pada waktu itu puyang kagede telah mencium niat tidak baik sunan ini, bahwa makanan ini hanya jebakan saja, maka pada malam itu puyang kagede tidak hadir dengan alas an sakit, apa yang telah diduga oleh puyang kagede ternyata benar, sebab semua yang hadir dapat ditawan oleh sunan dalam keadaan mabuk.

Melihat hal ini puyang kagede tidak tinggal diam, maka mengamuklah puyang kagede dengan menyerang istana sunan, yang akhirnya dapat membebaskan puyang puyang yang lain, dengan kesaktian yang dimiliki puyang kagede dan puyang yang lain akhirnya terjadi peperangan besar, sunan palembang mengalami kekalahan dan juga terbunuhnya anak sunan palembang.

Akhirnya sunan palembang mengadakan damai dengan para empat lawang ini, dimana diambil kebijakan bahwa nyawa harus ganti nyawa, karena putra mahkota sunan palembang meninggal, sebagai gantinya puyang kagede harus tinggal di istana sunan dan diangkat anak oleh sunan.

Semua sisa pasuka kembali ke empat lawang, kecuali puyang kagede yang harus tinggal di palembang.

Berselang beberapa tahun kemudian terjadi keributan diantara puyang puyang lain di empat lawang, ini mungkin istilah lintang berebut kundu, berebut siapa yang tua yang patut jadi pemimpin.

Akhirnya beberapa puyang mengambil inisiatif untuk mengadakan semedi , siapa yang patut jadi pemimpin diantara mereka, beberapa hari kemudian didapatlah petunjuk, bahwa “ kenapa puyang yang bertuah (punya kelebihan) ditinggal di palembang”.

Maka dikirimlah utusan ke sunan palembang untuk menemui puyang kagede, maka diadakanlah perundingan dengan sunan palembang, puyang kagede dan para puyang yang lainnya yang akhirnya disepakati puyang kagede diangkat sunan sebagai perwakilannya didaerah uluan palembang yang berkedudukan di tebing tinggi, dengan istilah pepatih/perwakilan sunan.

Pada zaman belanda daerah tebing tinggi dipegang oleh assisten residen, setelah berkembang dan berjalan cukup lama, kedudukan assisten ini akhirnya dipindahkan ke lahat, mungkin ada pertimbangan pertimbangan lainnya oleh pemerintah belanda dahulu, sedangkan pertimbangan sunan dulu adalah selain puyang kagede mewakili sunan diseluruh daerah uluan juga pertimbangan dapat berkumpul kembali ke daerah puyang puyang di empat lawang.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5756926">

Selasa, 29 Maret 2011

Kabupaten Empat Lawang di wikipedia


Letak geografis

Kabupaten Empat Lawang mempunyai letak geografis sebagai berikut:

Pemerintahan Kabupaten Empat Lawang memiliki 7 (tujuh) kecamatan, yaitu:

  1. Lintang Kanan
  2. Muara Pinang
  3. Pasemah Air Keruh
  4. Pendopo Lintang
  5. Talang Padang
  6. Tebing Tinggi
  7. Ulu musi
  8. sikap dalam

Sejarah

Nama kabupaten ini, menurut cerita rakyat berasal dari kata Empat Lawangan, yang dalam bahasa setempat berarti "Empat Pendekar (Pahlawan)". Hal tersebut karena pada zaman dahulu terdapat empat orang tokoh yang pernah memimpin daerah ini.[2][3]
Pada masa penjajahan Hindia Belanda (sekitar 1870-1900), Tebing Tinggi memegang peran penting sebagai wilayah administratif (onderafdeeling) dan lalu lintas ekonomi karena letaknya yang strategis. Tebing Tinggi pernah diusulkan menjadi ibukota keresidenan saat Belanda beencana membentuk Keresidenan Sumatera Selatan (Zuid Sumatera) tahun 1870-an yang meliputi Lampung, Jambi dan Palembang. Tebing Tinggi dinilai strategis untuk menghalau ancaman pemberontakan daerah sekitarnya, seperti Pagar Alam, Pasemah dan pinggiran Bengkulu. Rencana itu batal karena Belanda hanya membentuk satu keresidenan, yaitu Sumatera.
Pada masa penjajahan Jepang (1942-1945), Onderafdeeling Tebing Tinggi berganti nama menjadi wilayah kewedanaan dan akhirnya pada masa kemerdekaan menjadi bagian dari wilayah sekaligus ibu kota bagi Kabupaten Empat Lawang






Senin, 28 Maret 2011

Ciri khas kabupaten Empat lawang

Ciri khas masing-masing daerah kadang memang berbeda walaupun terkadang hampir mempunyai kesamaan,begitupun daerah  kabupaten 4 lawang yang masih kabupaten  tergolong kabupaten muda  di Indonesia juga mempunyai ciri khas ataupn  kesamaan dengan daerah lain.
ciri khas suatu daerah salah satunya bisa kita lihat dari sisi makananya,rumah penduduk,dan mata pencarian masyarakatnya.dan kabupaten 4 lawang juga mempunyai kekhasan itu.

Jika kita melihat  dari sisi makanan khas masyarakat 4 lawang,masyarakat 4 lawang dalam hal  mencari bahan makanan meraka sangat memanfaatkan alam.misalkan pindang ikan sungai musi atau yang sering disebut oleh masyarkat dengan "masak asam ikan ayek musi" bahan pokoknya ialah ikan sungai musi yang sangat mudah didapatkan karena letak geografisnya berada di Hulu sungai musi.Ataupun juga sambal durian(baca; sambal tempoyak) yang bahan pokoknya dari dari daging durian matang itu juga disebabkan karena daeranya terletakdi dataran tinggi bukit barisan sehingga pohn durian sangat mudah tumbuh dan berbuah.

Ketika kita menilik dari sisi yang lain yaitu rumah penduduk kita akan melihat banyak sekali rumah panggung yang terbuat dari kayu baik itu dari kayu jati ataupun dari kayu meranti(kayu asli sumatera),alasan masyarakat membuat rumah panggung karena  faktor alam yang masih  berbentuk hutan dan masih banyak terdapat binatang buas sepetri harimau sumatera ataupun macan tutul.Mengapa masyarakat memakai bahan bangunan dari kayu itu juga karena alam di daerah bukit barisan masih berbaik hati dengan msyarakat untuk meyediakan bahan banguanan(kayu).

Selanjutnya kita bisa melihat ciri khsa daerah kabupaten 4 lawang dari sisi mata pencarian mayoritas masyarkatnya,masyarakat 4 lawang mayoritas masih bergantung kepada tanaman yang berbuah satu tahun sekali yaitu kopi walaupun sekarang sudah banyak masyarakat yang berpindah menjadi petani karet atau sawit.Kopi dalam masyarakat 4 lawang merupakan tanaman yang tidak asing lagi bagi masyarakat bahkan ketika masyarakat belum menanam kopi mereka merasa belum berkebun.

Dari contoh ketiga ciri khas msyarakat 4 lawang yaitu makanan,rumah penduduk dan mata pencarian penduduk kita dapat menyimpulkan bahwa ciri khas masyarakat 4 lawang banyak dipengaruhi oleh faktor alam.dan menjadi tugas kita untuk menjaga kelestarian alam kabupaten 4 lawang unutk kita wariskan kepada anak cucu kita.


Makanan khas masyarakat kabupaten 4 lawang
 
rumah penduduk kabupaten 4 lawang