Senin, 24 Oktober 2011

Dakwah (alm. Ust Rahmat Abdullah)



 Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.
Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.
Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi.

Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda
dibandingkan jihad yang begitu cantik.


Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi
kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya
besar.


Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang…

“Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

Rabu, 19 Oktober 2011

Pendidikan

Ingat kisah linatang dalam film “laskar pelangi” anaka kampong dari belitong yang harus berjalan kaki menempuh berklio-kilo perjalanan atau menemui buaya untuk menuju ke sekolah,atau?,atau perjuangan denias dalam “senandung di atas awan” yang juga harus melalui perbukitan papua supaya bisa ikut belajar di sekolah.ataupun ketika meraka dalam kegiatan belajar mengajar harus merasakan segala kekurangan yang mereka dapatkan.itulah sekelumit kisah pendidikan  yang difilmkan.

Mungkin jika kita lihat dari kacamata seorang pencinta film kondisi dalam dua film tadi merupakan tatanan skrip yang indah,namun jika kita lihat dari kacamata masyarakat desa kondisi ini bukanalah hal yang susah untuk ditemukan bahakn mungkin mereka termasuk salah satu dari sejuta lintang atau denias di indonesia.

Sungguh miris jika melihat kondisi pendidikan di Indonesia saat ini,ditengah tuntutan zaman untuk bisa melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang berkualitas.bangsa ini harus mersakan permasalahan pendidikan yang sangat rumit
Mahalnya biaya,kondisi bangunan yang hampir roboh,sulitnya akses ke sekolah ataupun kecurangan-kecurangan di dunia pendidikan,

Lalu siap yang harus kita salahakan?,pemerintah? Atau guru? Ataukah diri kita sendiri?
Namun yang pasti perlu ada gerkan untuk menyelamatkan pendidikan bangsa ini. 




Pasal 28C “ Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya , berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan tekhnologi , seni dan budaya , demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kejahteraan umat manusia”

Amanah



Dalam ketidaksiapan
Dalam ketidakpahaman
Dalam ketidak beratian
Engkau hadirkkan amanah
Amanah yang diri ini rasa tak akan mampu memikulnya
Amanah yang bila dibayangkan sangat tidak mudah

Namun
Dalam ketidaksiapan 
Dalam ketidakpahaman
Dalam ketidakberartian itu
Hamba harus menerima dan menjalankannya dengan amanah
Sungguh jika  direnungkan betapa takutnya diri ini tak mampu amanah
Sungguh jika dirasakan tak akan mampu menahan balasan jika tak amanah
Neraka balasanya untuk yang tak amanah
tak akan kuat diri ini menahannya

yaa rab dalam keterbatasn hamba,dalam ketakutan hamaba,dalam segala kukurangan hamba
satu permohonan ku untuk amanah yang berat ini
kuatkan hamba memikul dan menjalankan amanah ini
kuatkan ikatan saudara-saudari hamba dalam mejalankan amanah ini

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui." (QS al-Anfal [8]: 27)
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui." (QS al-Anfal [8]: 27)

Minggu, 16 Oktober 2011

banyak bicara banyak salah


Skedar mengingat apa yang hari ini ku kerjakan
Tak banyak yang berbeda pekerjaan ku hari ini

Sebagai marbot masjid kampus aku harus melaksanakan tugas yang sudah menjadi kewajiban ku;membersihkan masjid,mencuci gelas dan piring,merapikan majalah,melipat sarung atau hanya sekedar mengecek kamar mandi apakah ada yang harus diganti

Sebagai mahasiswa perantauan,mencuci pakaian,merapikan kamar dan merapikan barang merupakan hal yang biasa dan hari ini aku juga melaksannya...

Sebagai orang yang diamanahkan di sebuah lembaga kampus rapat hari ini cukup menyita waktu

Namun itu semua hanya sedikit dari apa yang ku kerjakan hari ini,yang pasti hari ini ku terlalu banyak bicara dan ini menjadi sebuah kegiatan yang  beda.
Banyak bicara membuat kemungkinan utuk salah semakin besar,menyakit hati lawan bicara bisa terjadi atau kekesalan dari lawan bicara muncul.namun yangpaling ku takutkan saat ini apa yang aku bicarakn hari ini dimurkai allah.
Semoga tidak terjadi,astagfirullah(sebanyak-banyaknya)

Kutipan hadist  dari kompasiana
1. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari)
2. Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya surga. (HR. Bukhari)
3. Barangsiapa akhir ucapannya “Laa ilaaha illallah” ‘Tiada Tuhan selain Allah’ niscaya dia masuk surga.( HR. Abu Dawud)
4. Sesungguhnya di antara ungkapan kata dan keterangan adalah sihir. (HR. Bukhari)
5. Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad). Bicara di saat emosi atau marah dapat menyesatkan.
6. Diam (tidak bicara) adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya. (HR. Ibnu Hibban)
7. Sesungguhnya Allah melarang kamu banyak omong, yang diomongkan, dan menyia-nyiakan harta serta banyak bertanya. (HR. Asysyihaab)
8. Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami)
9. Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya, dan barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya. (HR. Ath-Thabrani)
10. Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
11. Berhati-hatilah dalam memuji (menyanjung-nyanjung), sesungguhnya itu adalah penyembelihan. (HR. Bukhari)
12. Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Nabi Saw, lalu beliau berkata kepadanya, “Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya (diucapkan berulang-ulang)”. (HR. Ahmad)
13. Taburkanlah pasir ke wajah orang-orang yang suka memuji dan menyanjung-nyanjung.(HR. Muslim)
14. Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai.”(HR. Muslim)
15. Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk. (HR. Bukhari dan Al Hakim)
16. Semua umatku diampuni kecuali yang berbuat (keji) terang-terangan yaitu yang melakukannya pada malam hari lalu ditutup-tutupi oleh Allah, tetapi esok paginya dia membeberkan sendiri dengan berkata, “Hai Fulan, tadi malam aku berbuat begini…begini.” Dia membuka tabir yang telah disekat oleh Allah Azza wajalla. (Mutafaq’alaih)
17. Yang paling aku takutkan bagi umatku adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Abu Ya’la)

Jumat, 14 Oktober 2011

Tanya Empati?

Apa yang kamu pikirkan setelah melihat gambat ini?
Apa yang ada dalam hatimu ketika  sejenak memperhatikan nya?
Apa yang terbesit dalam alambawah sadar mu setelah memahaminya sejenak?


Mari kita tanyakan pada diri kita,apa ada yang salah dengan kita?
Mari kita renungkan apakah ada yang kurang dari?

Saya kira iya,
kita harus menanyakan kepada diri kita apakah kita salah
dan saya kira kita harus merenungkan apakah ada yang kurang dengan kita.

iya benar kita salah dan kita kurang,kita kurang empati pada saudara kita dan itulah kesalahan kita!!!

pesan rasulullah
”Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim)