Kamis, 23 Februari 2012

“oleh-oleh” dari Cak Nun


Malam ini dengan rasa suka cita berangkat ke sebuah pengajian di daerah kasihan bantul.yang sering disebut macopot syafaat bersama cak nun dan kiai kanjeng .niat Cuma ingin melihat secara lansung seperti apa kajiannya.soalnya selama ini hanya bisa melihat dari salah satu stasiun tv di jogja.
Perjalanan dari masjid kampus fe (tempat tinggal dijogja) cukup membuat jok motor panas mungkin jika dihitung dengan jam judulnya “satu jam bersama jok motor yang panas”.sesampainya disana seperti yang telah saya duga a disana jamaah sudah banyak memenuhi kawasan pengajian,kira 500 orang yang datang sehingga saya pun sulit untuk mendekat ke panggung dan terpaksa saya harus duduk agak jauh dari panggung dengan tikar yang sedikt lembab Karena baru selesai hujan.jamaah yang ikut pengajian ini datang dari berbagai penjuru jogja dan meraka dinamakan cak nun jamaah Maiyah,jangan Tanya saya apa artinya saya juga tidak tau.
Dalam kajain bersama cak nun beliau selalu ditemani kiai kanjeng,kiai kanjeng bukan seorang  usatad atau ulama tapi kiai kanjeng ialah grup orkestra ala jawa yang menyampaikan syair solawatan dan pujian-pujian kepada allah dan rasulnya baik berbahsa arab,jawa,melayu dan ingris.Hal ini pernah dikritik oleh seorang aktivis dari sebuah PTS  di jogja.ia mengatakaN “koq pengajian ada nyanyi nyanyi,bukan mempelajari kitab”
Mungkin ada sebagian dari kita yang  berpendapt bahwa musik itu bid’ah ,perbuatan musrik atau bahkan ada yang mengharamkan.Semua berhak dengan pendapatnya Selama tidak merusak akidah saya rasa fine-fine aja.tapi intinya bukan pada perbedaan tetapi bagaiman kita memaknai sebuah perbedaan.
Semua jamaah mempunyai persepsi berbeda dalam memaknai sebuah syair musik mungkin ada dari jamaah yang mengaggap musik sebagai cara berhubungan dengan allah,klo sepeti itu juga saya kurang setuju Karena cukuplah dengan ibadah magdoh sajalah kita berhubungan dengan allah,walapun semua perbuatan harus dilandasi dengan islam.
Saya sendiri memaknai musik dari syair-syair nya,misalnya ketika kiai kanjeng menyanyikan lagu keramat dari bang rhoma.lagu ini jika kita resapi penuh dengan pesan pesan moral.lagu keramat mengajak kita utuk menghoramti orang tua khususnya ibu,mengingatkan kita tentnag perjuangan seorang ibu sehingga kita bisa seperti ini.ketika kita membebani ibu selama 9 bulan di perutnya,ketika meminum “air kasih sayang” seorang ibu bahkan perwatan penuh cinta dari ibu.lagu ini mengingatkan kita tanpa kita menyadarinya.
Dalam jamaah Maiayah tua,muda,kelas atas,kelas  bawah,mahsiswa,yang gak mahsiswa semua bercampur aduk dan tidak ada perbedaan karena hanya satu tujuan yang dharapkan,pulang dapat “oleh-oleh”,dan oleh-oleh yang saya dapatkan;
Ø      Salah satu kunci surga adalah sikap ihklas atau ridho karena allah
Ø      Tingaktan tertinggi seorang manusia ialah ketika ia mampu mencintai sesama atas dasar cinta kepada allah
Ø      Indonesia masihterjajah
Ø      Sebelum kitadiatur ada baikny kita membuat aturan sendiri
Behubung keterbatasn saya,kapan-kapan dijelasin deh apa maksud dari ”oleh oleh” tadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar