Kamis, 02 Mei 2013

TEORI AKUNTANSI


Teori Akuntansi Sebagai Penalaran Logis
Teori akuntansi adalah proses pemikiran atau penalaran logis untuk menjelaskan kelyakan prinsip atau praktik akuntais tertentu yang sudah berjalan atau untuk memberi landasan konseptual dalam penetuan standar atau praktik yang baru. (suwardjono, 2012). Teori akuntansi merupakan penalaran logis, proses penalaran logis untuk akuntasni diwujuadkan dalam nbenutk perekayasaan pelaporan keuangan. Pelaporan akuntansi menghasilkan kerangka konseptual. Fungsi rerangka konseptual adalah untuk mengevaluasi atau membenarkan dan untuk mempengaruhi atau mengembangkan praktik akuntansi.
Penalaran induktif. Penalaran ini  berawal dari suatu pernyataan atau keadaan khusus dan berkahir dengan pernyataan umum yang merupakn generalisasi dari keadaan khusus. Hasil dari penalaran induktif berupa Teori akuntansi positif.
Penalaran deduktif adalah Penalaran logis yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan praktik baru (kalau memang tujuan tertentu hanya dapat dicapai dengan  praktik yang baru). Praktik yang baru dapat dikembangakan dengan menerbitkan standar baru oleh badan yang berwenang. Dihrapakan praktik masa mendatang akn menjadi lebih tearah dan konsisten menuju pencapai tujaun pelaporan akuntansi. Hasil dari penalaran deduktif berupa Teori akuntansi normatif (teori non formal)

Aspek Sasaran Teori.
Berdasar sasaran teori akuntansi dibagi 2 jenis: Teori akuntansi positif (teori formal) dan Teori akuntansi normatif (teori non formal).
Teori akuntansi positif (teori formal) adalah menghasilkan penjelasan tentang apa yang nyatanya terjadi secaara objektif tanpa dilandasi oleh pertimbangan nilai (value judgment). Tujuan Teori akuntansi positif  adalah mendiskripsikan dan tidak berkepentingan  untuk menilai, Misal penelitian atau skripsi. Teori akuntansi normatif (teori non formal) adalah menghasilkan penjelasan atau penalaran mengapa perlakuan akuntansi tertentu lebih baik atau lebih efektif daripada perlakuan akuntansi alternative  karena tujuan akuntansi tertentu harus dicapai. Hasil dari terori normatif berupa pernyataan atau proposal.

Aspek Tataran Semiotika
Pokok masalah tiga tataran (level) semiotika yaitu sintaktika, semantika, dan pragmatika. Sintaktika menelaah logika  dan kaidah bahasa yaitu hubungan logis antara tanda-tanda atau simbol- simbol bahasa. Semantika menelaah hubungan antara tanda atau simbol dan dunia kenyataan (fakta) yang disimbolkannya. Pragmatika membahas dan menguji apakah komunikasi  efektif dengan mempelajari ada tidaknya perubahan perilaku penerima.

Aspek pedekatan penalaran
Proses penyimpulan  yang menghasilkan pernyataan atau penjelasan sebagai teori dapat bersifat deduktif maupun induktif. Penalaran deduktif adalah proses penyimpulan yang berawal dari suatu pernyataan umum yang disepakati (premis) ke pernyataan khusus sebagai simpulan (konklusi). Kebenaran premis menjamin kebenaran konklusi adal penalaranya logis. Penalaran ini digunakan untuk memberi penjelasan dan dukungan terhadap kelayakan suatu pernyataan akuntansi.
Penalaran induktif Penalaran ini  berawal dari suatu pernyataan atau keadaan khusus dan berkahir dengan pernyataan umum yang merupakn generalisasi dari keadaan khusus. Kebenaran premis tidakn menjamin kebenaran konklusi yang bersifat generalisasi. Penalaran ini digunakan untuk menghasilkanpernyataan umum yang menjadi penjelasan (teori) terhadap gejala akuntansi tertentu.

Verifikasi teori akuntansi
Verifikasi teori merupakan prosedur untuk menentukan apakah suatu teori valid atau tidak. Teori akuntansi normatif dievaluasi validitasnya atas dasar penalaran logis (logical reasoning) yang melandasi teori yang diajukan. Teori akuntansi positif  dievaluasi validitasnya atas dasar kesesuaian teori dengan fakta atau apa yang nyatanya terjadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar